Saturday, September 18, 2010

bagaimana yang bagaimana

Bagaimana jika kami memang berjodoh?
Seperti Astria dan Rizki? atau Pitt dan Jen?
Bagaimana jika ia air yang mengalir dan aku adalah muaranya?
Bagaimana jika ia pangeran dan aku putri tidurnya?

Tapi bagaimana pula kalau aku hanya berilusi?
Seperti di beautiful mind?
Bagaimana kalau ternyata aku adalah tinkerbellnya?
Bagaimana kalau ternyata seperti itu?

Tapi caranya ia menatapku tak bisa dibohongi, 
Caranya hatiku berusaha berkomunikasi dengannya
Caranya gerak tubuh kami saling menyesuaikan
                                   Senyumnya
                   Matanya
                                                                Tangannya
                Gelangnya
                               Cara menyetirnya
                                               Suaranya
             Gaya berjalannya
                                                         Cara mengklaksonnya
                                                                      Gerakan kepalanya    Hidung bengkoknya                                                   
                                                                                            Semuanya 

Semuanya
Membuat kata tak berharga
Membuatku tak berdaya

Bagaimana kalau, 
Bagaimana jika..
                      Bagaimana
                                                     Bagaimana
                                                                                 ...

Sunday, September 5, 2010

skip

lelah                                        
capek                                               

aaaaaaaaaaaaaaaa
aku mati kedinginan, kelelahan menghadapi es batu.

aaaaaaaaaaa
bebaskan aku
tidak tidak tidak tidak
ya ya aku tahu ya ya
kau tak mau
iya taaaahuuuuuuuuuuu                                      haaaaaaaaaaaaaa
                    sudahi tatapan robotmu ituuuuuu
selesaikan teka teki ini
aaauuucchhh                                                sakit!
                     kau menyakitiku!
ya ya ya aku tahu kalau kau tahu

yaaa                                        aku sadar kalau kau sadar
                                                                                     tapi berkali-kali! kau pikir aku ini apa?

Thursday, September 2, 2010

Menangis sajalah..

cinta cinta cinta. Semua itu bergaung heboh di setiap denyut nadiku. Bertalu seperti genta abadi yang tak pernah berhenti berbunyi.
cinta cinta cinta. Semua itu tercurah untukmu. Sungguh deh ini bukan sekedar cerita murahan di tv. Aku cinta kamu. Tolong beritahu bagaimana denganmu.


..tak tahu, aku tak mau lagi tahu.
cukup segitu.
kau beku. hatiku membatu.
aku benar2 kaku,
melelehkan kecewa yang kau tak tahu.
atau tak mau tahu.
terserahmu.

-satu jam pertama di tanggal 3 september.
aku mati menggelepar.

Tuesday, August 31, 2010

Bintang pengintip.

Satu bintang yang mengintipku,
Kala aku malu-malu,
Tersipu di belakangmu.

Berteriak senang pada debu
Tapi langsung beku
Takut terdengarmu, kataku pada debu.

Sang bintang mengerling jenaka padaku
Ingin rasanya dia kuberitahu, kata si bintang sok tahu
Shhh, jangan begitu,
Biar ini jadi kesenangan antara aku dan kamu. :)


masih dengan baju yang sama
dan masih tersenyum lama-lama.
31 agustus 2010

Monday, August 30, 2010

Ada senja jingga disana.

Senja jingga.
Ada senyummu disana.
Ada mimpi yang mengukir indah asa.

Senja jingga.
Saat aku sangat sangat mencinta
Dirimu yang disana

Senja jingga
Hati ini telah meraba
Cinta ini nyata
Tolong percaya

Senja jingga
Degup rata
Pengisi jiwa
Aku tahu engkau ada
Tentu saja
:)

Depok menjelang tengah malam
dimana harusnya sudah terlelap menikmati kelam.
Aku rindu dirimu, wahai cahaya temaram.
30 agustus 2010

Wednesday, August 11, 2010

Kisahmu, dari kacamataku.

178cm, 22 tahun dan bertelapak kaki aneh.

Musiknya aneh, bisa didengarkan, namun kadang sering membuatku mengerenyit kebingungan. Ia mengaku sebagai audiophile, aku mengiyakan. Berpuluh lagu ia perkenalkan padaku, beberapa tersangkut di pikiran dan masuk menjadi playlistku. Seringnya ia menodong tiba-tiba, meminta pasokan lagu untuk didengarnya. Mana aku tahu, jawabku. Kau harus tahu, jawabnya. Dan dengan segera aku mengunjungi situs yang berisi latest chart. Ia pemaksa, aku pengiya.
Ia senang bercanda, sedikit tidak biasa. Fisik adalah andalan utamanya. Badannya memang sudah seperti beruang madu, kelakuannya sungguh jauh dari lugu. Sering aku jadi korban kejahilannya, pasrah saja. Sekali ia jahil, untuk berhenti itu adalah hal yang mustahil. 
Lucunya tak biasa. Serius, kata itu sudah tertato di dahinya. Bercanda dengannya harus terus melibatkan logika. Kepalaku sering pusing dibuatnya. Sekali ia berhasil melucu, tawaku meledak tak henti, serius deh, ia sungguh lucu, tapi kau harus lama menunggu.
Waktu itu, kami sedang membicarakan jalanan. Lalu kami berbelok patah membicarakan agama dan kepercayaan. Rentetan pemikiran meluncur lancar dari mulutnya. Membuatku tersenyum hangat, karena beberapa yang ia katakan benar-benar sama seperti apa yang disampaikan sang Buya. Hatiku menetapkan tempat.
Sosok itu begitu kukenal. Dari ujung kaki sampai puntiran rambutnya. Aku tahu segelintir mimpinya. Waktu itu, di suatu subuh yang terang, ia berbagi mimpi. Menjadi dosen pada masa tua, katanya. Belajar dan bekerja di luar negeri saat masa produktif, ceritanya.
Aku mengangguk, mendengarkan, mencerna dan mengingatnya baik-baik. Mimpinya begitu banyak, aku berdoa semoga semua itu menjadi nyata.
Sungguh masih banyak yang bisa kuceritakan tentangnya. Yang pasti menurut orang lain biasa saja, buatku segalanya. Tak apa. 
Untuk jiwa yang indah, aku berdoa, semoga kau selalu mendapat keteduhan yang menyejukkan.
Untuk mimpi yang kaya, semoga, semua itu bisa terus berguna untuk siapa saja.
Untuk hati yang mungkin terbuka, semoga ruang itu bisa diisi berdua. Bersamaku dan kita bisa saling mencinta. Dengan kesadaran yang ada dan ketulusan yang tak ada akhirnya.