Tuesday, August 31, 2010

Bintang pengintip.

Satu bintang yang mengintipku,
Kala aku malu-malu,
Tersipu di belakangmu.

Berteriak senang pada debu
Tapi langsung beku
Takut terdengarmu, kataku pada debu.

Sang bintang mengerling jenaka padaku
Ingin rasanya dia kuberitahu, kata si bintang sok tahu
Shhh, jangan begitu,
Biar ini jadi kesenangan antara aku dan kamu. :)


masih dengan baju yang sama
dan masih tersenyum lama-lama.
31 agustus 2010

Monday, August 30, 2010

Ada senja jingga disana.

Senja jingga.
Ada senyummu disana.
Ada mimpi yang mengukir indah asa.

Senja jingga.
Saat aku sangat sangat mencinta
Dirimu yang disana

Senja jingga
Hati ini telah meraba
Cinta ini nyata
Tolong percaya

Senja jingga
Degup rata
Pengisi jiwa
Aku tahu engkau ada
Tentu saja
:)

Depok menjelang tengah malam
dimana harusnya sudah terlelap menikmati kelam.
Aku rindu dirimu, wahai cahaya temaram.
30 agustus 2010

Wednesday, August 11, 2010

Kisahmu, dari kacamataku.

178cm, 22 tahun dan bertelapak kaki aneh.

Musiknya aneh, bisa didengarkan, namun kadang sering membuatku mengerenyit kebingungan. Ia mengaku sebagai audiophile, aku mengiyakan. Berpuluh lagu ia perkenalkan padaku, beberapa tersangkut di pikiran dan masuk menjadi playlistku. Seringnya ia menodong tiba-tiba, meminta pasokan lagu untuk didengarnya. Mana aku tahu, jawabku. Kau harus tahu, jawabnya. Dan dengan segera aku mengunjungi situs yang berisi latest chart. Ia pemaksa, aku pengiya.
Ia senang bercanda, sedikit tidak biasa. Fisik adalah andalan utamanya. Badannya memang sudah seperti beruang madu, kelakuannya sungguh jauh dari lugu. Sering aku jadi korban kejahilannya, pasrah saja. Sekali ia jahil, untuk berhenti itu adalah hal yang mustahil. 
Lucunya tak biasa. Serius, kata itu sudah tertato di dahinya. Bercanda dengannya harus terus melibatkan logika. Kepalaku sering pusing dibuatnya. Sekali ia berhasil melucu, tawaku meledak tak henti, serius deh, ia sungguh lucu, tapi kau harus lama menunggu.
Waktu itu, kami sedang membicarakan jalanan. Lalu kami berbelok patah membicarakan agama dan kepercayaan. Rentetan pemikiran meluncur lancar dari mulutnya. Membuatku tersenyum hangat, karena beberapa yang ia katakan benar-benar sama seperti apa yang disampaikan sang Buya. Hatiku menetapkan tempat.
Sosok itu begitu kukenal. Dari ujung kaki sampai puntiran rambutnya. Aku tahu segelintir mimpinya. Waktu itu, di suatu subuh yang terang, ia berbagi mimpi. Menjadi dosen pada masa tua, katanya. Belajar dan bekerja di luar negeri saat masa produktif, ceritanya.
Aku mengangguk, mendengarkan, mencerna dan mengingatnya baik-baik. Mimpinya begitu banyak, aku berdoa semoga semua itu menjadi nyata.
Sungguh masih banyak yang bisa kuceritakan tentangnya. Yang pasti menurut orang lain biasa saja, buatku segalanya. Tak apa. 
Untuk jiwa yang indah, aku berdoa, semoga kau selalu mendapat keteduhan yang menyejukkan.
Untuk mimpi yang kaya, semoga, semua itu bisa terus berguna untuk siapa saja.
Untuk hati yang mungkin terbuka, semoga ruang itu bisa diisi berdua. Bersamaku dan kita bisa saling mencinta. Dengan kesadaran yang ada dan ketulusan yang tak ada akhirnya.

Saturday, July 24, 2010

Hari rindu sedunia

Hari ini aku merindukanmu. Sangat.
Sampai ubun-ubunku pun tak mampu menahan rasa ini.
Sampai mataku pun menipuku habis-habisan, berkali-kali.
Sampai hatiku membengkak tak sanggup menampung.

Hari ini aku merindukanmu.Benar-benar.
Benar-benar tak bisa dibendung.
Benar-benar keterlaluan.

Kau pasti merindukanku juga, ya kan?
Kutahu itu, karna rasa ini terlalu kuat,
terlalu dahsyat untuk diriku sendiri
Kau pasti memiliki andil juga
Sudah jangan mengelak
berkata iya pun tak apa
Iya tak merubah apa-apa, tenang saja.

Friday, July 23, 2010

Kau tak tahu.

Kau tak tahu rasanya kehilangan tulang, lemas tanpa belulang.
Kau tak mengerti rasanya melayang berpisah antara ruh dan tubuh.
Kau tak paham rasa hangat di pelupuk
Kau tak sadar sehancur apa duniaku saat melihatmu.

Detik berhenti, udara menarik diri, nyawa pun rasanya ingin berlari.
Hatiku basah menderas, mata lelah terperas, jiwa berteriak ingin lepas.

Sadarlah, disini hanya ada dirimu, dan
selalu akan menjadi dirimu.
Mengertilah, rasakan apa yang kualami,
apa itu sakit, aku sudah lebih dari sekedar mengerenyit.

Maka berhenti. Cukup membuatku menjadi makhluk terbodoh
Yang mau dan selalu mau tergugu jika ini mengenaimu.
Yang rela membangun istana di tanah samsara.
Yang selalu memandangimu melayang di atas sana bersama sang Dayang.

Asal kau tahu 
Apa yang kuingat hari ini, bukan sekedar ingatan seminggu, atau sewindu,
bisa jadi lebih lama dari itu.
Asal kau tahu
Apa yang kurasa hari ini, bukan hanya sedih, 
tapi tersisih. Lebih dahsyat dari sekedar perih.
Asal kau tahu, asal kau mau tahu
hatiku yang berdenyut ini, mendegupkan dirimu. 
Ragaku yang bebas ini, mendambakan kehadiranmu.
Rasaku yang tetap ini, setia menunggumu.
Asal kau tahu,
kata cinta sudah sungguh usang bagiku.
Apa yang kupunya, untukmu
jauh lebih hebat dari itu.

Sayang..kau tak tahu.

Thursday, July 22, 2010

..Mu.

Kucatat segala mimpimu, kutaruh baik-baik di kepala dan kusiap menjadi pengingat terbaikmu ketika kau mulai melupakannya.
Kususuri garis wajahmu, menggambar sesempurna mungkin di pikiranku dan kusiap menjadi cermin terjernihmu ketika kau mulai merasa menjadi orang lain.
Kugenggam hati yang berdenyut itu, kujaga bersama milikku dan kusiap menjadi penyelamat jiwamu saat kau sudah terlalu lama mengabaikannya.

Untukmu,
Ku sanggup menjadi penjaga kewarasanmu, untukmu
Ku mampu hidup dengan ke'mungkin'an, untukmu
Ku bisa meredam keluarbatasan diri ini, untukmu
Ku rela kuat adalah pilihan satu-satunya.
untukmu sayang, jiwa indah yang tertutup cangkang.